Program TV dan dampaknya
(Foto oleh Aaron Escobar)
Halo,
Sudah lama saya tidak menyimak pemberitaan yang berlangsung di media-media Indonesia. Bukan karena saya tinggal di Singapura lalu saya tidak lagi menyimak lho ya, tapi lebih disebabkan karena kesibukan pekerjaan sehari-hari saya. Dalam minggu-minggu yang lalu, saya sempatkan diri saya untuk menyimak pemberitaan di media televisi Indonesia (kebetulan disini kita bisa menangkap beberapa siaran TV Indonesia), dan kebetulan pula ada kasus yang sangat-sangat hangat dimana hampir semua stasiun TV memberitakannya, yaitu mengenai pembunuhan berantai yang dilakukan oleh Ryan. Sedemikian gencarnya pemberitaan tentang Ryan yang diliput oleh media TV, menjadikan hampir setiap saat saya sebagai penonton TV jadi merasa dijejali berita yang sama, dan dalam waktu yang bersamaan, materi yang ditampilkan pun begitu “vulgar” dalam arti kata hanya bisa dikonsumsi oleh lingkup umur tertentu. Dan ini pun menimbulkan pertanyaan-pertanyaan baru dibenak saya, apakah media TV di Indonesia itu memperhatikan masalah ini? Apakah mereka sadar bahwa di Indonesia, kesadaran orang tua untuk mengatur apa-apa saja yang bisa di tonton oleh anak-anak mereka pun masih belum tinggi?, dan banyak hal lagi.
Begitu saya coba lihat-lihat pertanyaan-pertanyaan yang muncul di Yahoo! Answers mengenai hal ini, ternyata banyak juga yang berfikiran sama seperti saya, contohnya Awie Marlan yang menanyakan tentang dampak yang ditimbulkan oleh tayangan TV , pertanyaan yang bagus walaupun akhirnya diakhiri oleh vote, dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan serupa yang muncul.
Satu hal yang saya tangkap dari pemberitaan media di Indonesia adalah sangat terbuka, dan saking terbukanya kadang-kadang menurut saya sering tidak di jaga. Nah ini yang jadi masalah. Contohnya, tayangan-tanyangan pemberitaan yang memperlihatkan korban-korban kejahatan, atau penyimpangan-penyimpangan perilaku seksual, dan lain sebagainya. Banyak yang bereaksi negatif, tapi banyak juga yangtidak bereaksi alias cuek dengan kondisi ini. Dan yang menjadi korban adalah anak-anak kecil yang secara akumulatif menerima suapan-suapan pemberitaan yang belum saatnya mereka terima, sehingga yang dikhawatirkan apa jadinya mereka nanti mereka disaat mereka telah dewasa. Wah mudah-mudahan ini hanya kekuatiran saya dan orang-orang yang punya pandangan yang sama ya, tapi tidak ada salahnya juga kita mulai memikirkan hal-hal seperti ini jauh lebih serius, demi masa yang akan datang
salam hangat,
Gizmo




(31 votes, rata-rata: 4.29) 
